Amor Fati

 Amor Fati

Amor Fati

( Jatuh Cinta Dengan Takdir)

Amorfati adalah sebuah ungkapan yang dikemukakan oleh filsuf asal Jerman, Frederich Nietsche.  Amor (Love) dan Fati (Fate). Secara harfiyah arti dari amor fati adalah “Cinta Terhadap Takdir”. Konsepsi yang harus dipahami di sini bukanlah “kecintaan semata”, melainkan usaha untuk memperjuangkan dengan sungguh-sungguh apa yang dicintai. Bukan hanya mengiyakan atau menerima sebuah takdir, melainkan juga bagaimana kita memperjuangkannya untuk menuju tujuan kita. Permasalahannya disini adalah tidak semua orang memiliki takdir yang sesuai harapan.

“Fate is like a strange, unpopular restaurant filled with odd little waiters who bring you things you never asked for and don’t always like.” – Lemony Snicket

Seperti ungkapan di atas, takdir seperti rumah makan aneh dengan pelayan  yang membawakan kita hal-hal yang tidak pernah kita minta dan tidak selalu kita sukai. Begitu pula dengan takdir, kita tidak bisa memilih apa takdir kita dan tak jarang kita tidak menyukaianya. bisa menyenangkan bisa juga sangat kejam. Saat seperti itu, kita tidak bisa hanya diam saja atau menyerah begitu saja. Takdir ini merupakan kenyataan hidup yang harus dijalani dan dinikmati.

Sering kali kepala kita dipusingkan dengan hal-hal seperti “Seandainya aku tidak memilih ini saat itu, seandainya aku tidak lahir dari keluarga ini, seandainya aku kuliah disana” dan berbagai per-andai an lainnya. Pemikiran perandaian seperti inilah sebenarnya yang telah mencuri kita dari kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Padahal semua yang terjadi dalam hidup kita telah didesain sedemikian rupa , dan itu yang terbaik untuk kita. Kita diberikan dua pilihan dalam hidup, terus-menerus menyangkal yang artinya melawan alam, atau menuruti segala aturan yang ada, bahkan mencintainya.

Berikut adalah beberapa cara agar kita bisa mencintai takdir:

  1. Memahami bahwa semua yang terjadi dalam hidup adalah yang terbaik untuk kita

“Mencintai takdir seburuk apapun takdirmu” adalah pesan yang disampaikan dari tulisan-tulisan Friedrich Nietzsche. Tak jarang kita mengeluh karena takdir yang tidak sesuai ekspektasi kita. Mantra Amorfati mengajarkan kita untuk melihat sisi baik dari setiap peristiwa yang kita alami. Seburuk apapun takdir kita, cobalah untuk melihat masih banyak orang-orang diluar sana yang tidak seberuntung kita dan ingin berada di posisi kita.

Siapa kamu dan apa nilaimu?

Apa tujuan hidup anda?

Apa nasib anda ketika selesai dari sini?

  • Bersabar dan Bertahan

Untuk melakukan sebuah loncatan yang berkualitas, kita harus bersabar bila keadaan belum menunjukkan hasil apa pun. Seperti salah satu pohon yang tumbuh di Tiongkok, yaitu pohon Mojuk. Ketika disebarkan bibitnya pohon ini tidak akan menunjukkan perubahan apa pun selama lima tahun selain mengeluarkan sebuah tunas kecil. Namun di tahun kelima, pohon tersebut tumbuh dengan sangat pesat dan mampu tumbuh hingga 25 meter.

Sebenarnya selama 5 tahun pertama pohon mojuk bukannya tidak tumbuh. Namun ia memperkokoh akarnya di dalam tanah, dan membuat persiapan untuk melakukan sebuah lompatan besar dibanding pohon-pohon lain di sekelilingnya. Bila waktunya tiba, ia akan tumbuh dengan cepat dan lebih tinggi daripada pohon lainnya.

Seperti gambar di samping, untuk santriwan dan santriwati PPPM-BM mungkin tidak asing dengan gambar ini. Benar, gambar ini adalah icon dari grup kelas lambatan. Nama kelasnya boleh lambatan, tapi progressnya harus lebih cepat.

  • Hidup sebagai Amatir

Amor Fati adalah tentang bagaimana kita harus menjadi sedikit lebih bodo amat atas apa yang orang katakan. Karena kita hidup bukan untuk menyenangkan hati semua orang. Kita tidak bisa menjadi profesional setiap saat dan di segala tempat. Hidup adalah tentang sulitnya menjadi profesional dalam satu jenis pekerjaan yang kita jalani saja. Menjadi dewasa adalah melepaskan diri dari obsesi harus menjadi hebat. Sedikit berbaik hatilah pada diri sendiri. Dengan demikian, kita akan bisa menjadi lebih baik.

  • Menikmati Proses

Seperti seekor ulat yang membutuhkan waktu seharian untuk menempuh jarak satu meter dengan menggeliatkan tubuhnya. Kemudian jika dia ingin menempuh jarak 10 meter sebelum dia mati, apakah dia harus lebih giat lagi menggeliatkan tubuhnya? Tidak! Dia harus melakukan reset menjadi kupu-kupu dan terbang bebas.

Jika kita sudah melakukan usaha kemudian tidak berhasil, maka kita perlu mengatur ulang usaha kita. Merubah usaha kita sesuai yang kita mampu sampai kita berhasil mencapai tujuan kita.    

Jangan lupa nikmati proses. Jangan sampai terlalu fokus pada tujuan sehingga tidak sempat memberikan sesuatu pada diri sendiri. Sesekali berikan apresiasi pada diri atau self reward atas pencapaian selama ini.

Apapun yang sudah kita miliki sekarang, apapun kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam,  diri kita, apapun masalah yang sedang kita hadapi ataupun kita belum sanggup untuk melewatinya sendiri, accept that, terimalah dan belajarlah mencintainya. Jangan coba-coba untuk ,menkerdilkan diri sendiri.

Nah, maka dari itu apa segera persiapkan diri kita untuk bangkit dan melejit dengan kemampuan kita sendiri. Berkembang seperti pohon mojuk, menikmati hidup seperti kupu-kupu, dan baik hati pada diri sendiri. Semoga bermanfaat!

Digiqole ad

adminpppmbm

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *